Hari Jumat kemaren (kalo ga salah) sekelas disuruh bikin pidato. Dikasi waktu seminggu, tp seminggu juga otakku mampet, ga tau mau bacot tentang apa. Sampe Kamis malemnya, baru ada niat bikin (tapi tetep, no idea). Karena males buka komputer, aku ketik di hape sambil tiduran di ranjang, twitteran, dengerin lagu, sama liat langit2 kamar dgn tatapan sok galau (btw itu hobi baru loh! #abaikan). Jadinya kayak gini:
Selamat pagi saudara2 yang terkasih. Kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmatNya sajalah kita dapat hadir di acara perayaan Sumpah Pemuda ini.
Seperti yg kita ketahui bersama, dewasa ini semua bertambah buruk dalam segala aspek kehidupan. Berbagai macam bentuk kejahatan telah muncul, entah itu secara langsung atau tidak. Yg salah jd saleh, yg saleh jd salah. Apa yg sebenarnya terjadi?
Salah satunya adalah keadaan alam kita ini. Saya prihatin dengan para manusia yang dgn sangat teganya merusak alam. Lihat, dengan uang dan harta mereka saja, dengan sekejap dapat mengalihfungsikan hutan menjadi pabrik super besar. Tdk berpikir untuk kedepannya yg padahal akan menyebabkan bencana besar buat negara bahkan mungkin dunia.
Moral? Jangan ditanya. Kita ini telah mengalami 'krisis moral'. Keadaan di mana semua adalah halal dan sangat menyimpang dari norma yang berlaku. Bagaimana bisa seorang anak membunuh ayah kandungnya sendiri karena tidak diberi uang jajan? Setiap orang pasti punya alasannya masing - masing, tapi kejadian tersebut telah menunjukkan bahwa moral sudah bukanlah hal yang perlu untuk dijaga lagi,
Pemerintah yg seharusnya menjadi panutan masyarakat malah dengan enaknya korupsi. Apa mereka tidak malu? Kenyataannya tidak. Berlibur ke luar negeri, berfoya2, bahkan memberi makan anak istri sekalipun menggunakan uang hasil korupsi.
Pelajar yg bukannya belajar, malah bermain judi, terlibat pergaulan bebas, mengkonsumsi narkoba, free sex, dan sebagainya. Sangat miris ketika orang tua mereka melihat suramnya masa depan anaknya. Apa itu yang kita inginkan?
Lalu apa hubungannya dengan kita, para generasi penerus bangsa? Kita bukan mereka, yg punya banyak uang untuk membangun pabrik sebesar itu. Kita juga bukan konglomerat yg pandai berkorupsi
Kesimpulan yg mau saya sampaikan adalah dunia semakin jahat. Kita, sebagai generasi muda harus memperbaiki 'kerusakan' atau mungkin 'kehancuran' dunia. Bukanlah hal gampang 'membangun kembali' dunia ini. Musuh terbesar adalah sebenarnya pada diri sendiri. Bagaimana kita bisa melawan hal2 buruk yang ada di pikiran kita dan tetap melakukan hal2 baik.
Saya sangat berharap, kita dapat melakukan apapun untuk dunia ini. Sekecil apapun, sepenting apapun, kita harus yakin dan percaya kita dapat mengubah dunia menjadi jauh lebih baik. Mulailah dari hal kecil, yaitu dari diri sendiri. Disiplin akan diri sendiri akan membawa pengaruh besar ke dalam kehidupan kita. Mari saudara – saudara, ubahlah dunia ini! Jangan mau hanya menjadi penonton dan hanya duduk diam dalam kehancuran dunia.
Sekian pidato dari saya. Saya memohon maaf apabila ada salah kata yang menyinggung Saudara2 sekalian. Terima kasih, selamat pagi.
Karena udah ngantuk berat, aku males ngubah2 lagi. Besok subuhnya aku print, terus bacain deh di depan kelas. Eh gak disangka2, kata guruku bagus. Kata dia satu kelas yang niat bikin cuma aku. NGEK? Nih guru ga tau kalo aku bikinnya sama setengah beler sambil liat langit2 kamar dengan tatapan sok galau. MERDEKA! -__-
No comments:
Post a Comment