Yap, bahagia butuh keberanian. Kenapa? Karena kalo kita takut, kita gak bisa explore hal-hal baru. Kalo kita ga bisa explore hal-hal baru, kita jadi membosankan. Kalo kita membosankan, disarankan mengasingkan diri ke pulau terpencil.
Aku sendiri tipe orang yang ga berani "menjemput" kebahagiaan, tapi cenderung "menunggu" kebahagiaan biar dateng sendiri, dan itu salah. I have to pursue that! I have to run, leaving the previous page and start a new one, right? Nah, I don't have the courage to start running.
2. "Be realistic. This is real life, not a Korean drama"
1 kata, tapi susah nerapinnya. Menjadi realistis akan menjadi sulit ketika otak sudah diracuni sama hal-hal yang samasekali gak realistis. Sekedar info, buat yang baru-baru ini suka drama Korea, beware! Itu bisa jadi hiburan atau racun buat mental, dan saya keracunan. Ketika tiap hari kamu berkhayal bagaimana bertemu prince charming kayak di drama-drama dengan adegan gak masuk akal seperti "baru ketemu sekali langsung bilang suka" atau "tiba-tiba cowok ganteng nyamperin,kenalan,jadian" bakal terjadi di kehidupan nyatamu, fix kamu keracunan. Tapi sungguh, bahaya banget ternyata apa yang kita tonton bisa ngerusak semua aspek hidup kita perlahan. Pesan moral: Jangan pernah berharap hidup akan selalu lancar bablas jaya kayak jalan tol, namanya hidup pasti kayak jalan di gang, sempit dan banyak mobil parkir di kanan kiri. Pastikan kita tetep bisa jalan ;)
(by the way, I have decided to stop buy and watch Korean drama, kalopun nganggur ya nonton yang lama-lama alias yang udah tau ceritanya kayak apa)
3. "You can't always get what you want"
Kalimat ini sampe aku tulis di sampul diktat kuliah, supaya senantiasa inget, kalo manusia terbatas, termasuk buat menuhin keinginannya sendiri. Aku suka bingung sekaligus jengkel sama orang yang ketika minta sesuatu harus diturutin, gimanapun caranya. Kenapa mereka maksa? Emang mereka mau gitu dipaksa? Gak jarang aku juga jadi objek pemaksaan secara tidak langsung. Aku terus-terusan nanya, terus kapan aku bisa lakuin apa yang aku mau kalo dipaksa terus? Pertanyaan-pertanyaan macam itu terus muncul dan akhirnya hanya ada satu jawaban: you can't always get what you want.
4. "What other people think about you, is none of your bussiness"
Well, I'm a type of person who don't budeg enough to what people say about me. Kalo bagus ya syukur kalo jelek kepikiran siang malam. Tapi setelah belajar, hasil mengamati bagaimana hidup selayaknya orang normal, they don't give a siyet! People will always judge, either you're saint or cunt. Mau pake baju loreng-loreng, dress paling mahal seantero, BH celana daleman, ataupun naked, they will judge. Cuek aja, that's what I got. I don't live from other's opinion right? Their babbles don't contains any oxygen, though.
5. "Be happy, you deserve it"
Sering juga ngerasa "Ah aku cocoknya mah merenung, ga bisa lah happy-happy kayak orang-orang". Tapi setelah ditelaah lagi, ngapain juga kayak gitu? I still have a lot of things to do, a lot of things to explore, a lot of things that make me happy. Mungkin sekarang emang belom nemu yang "Nah, that's so me" while everybody find theirs, but eventually, I will.
No comments:
Post a Comment