Wadaaaww, topik hari ini sungguh istimewa ya. Sebenernya aku menghindari ngomongin soal cinta-cintaan begini, tapi boleh lah sekali-sekali. Bisa dipastikan, orang yang bersangkutan tidak pernah tau ya that I had crushed on them, dan sekarang udah biasa-biasa aja, gak pernah lagi galau / sedih karena mereka. Since the beginning juga menurutku cuma suka yang yaa sekedar suka aja, masih sangat jauh dari kata "sayang" bahkan "cinta". Ada beberapa, tapi mungkin yang berkesan hanya 2 sejauh ini.
Agak bingung juga awalnya mendefinisikan crush itu haruskah seseorang dikenal? Karena crush #1 ini adalah orang yang tidak aku kenal HAHAHAHAHA. Ternyata sempat aku dokumentasikan di Twitter (bukan foto orangnya ya! Aku gak se creepy itu)
Jadi, ini terhitung crush kah? Kenal aja enggak, apalagi ngobrol. Entahlah aku bingung, tapi yang jelas saking berkesannya aku abadikan di tweet dan sampai sekarang inget aja gimana sensasi calm yang aku rasakan beberapa menit itu. My crush #1 ended just like that.
Now let's move to crush #2. Kalau sama yang ini, kenal orangnya dan pernah ngobrol. Memang kenal tapi belum sampai tau karakter dia yang sebenar-benarnya, ngobrol hanya sekedar bicara hal-hal yang memang perlu dibicarakan. Sepengelihatanku, dia tipe yang tidak membuka pintu untuk banyak orang bisa dekat. Secara fisik ya okelah buatku pribadi (anaknya ga neko-neko memang). Durasinya aku suka sama dia lumayan lama, tapi ga inget precisely berapa lama. Dibanding yang #1 tadi, ini agak lebih "dalem" ya rasa sukanya, soalnya aku sampe buatin beberapa rangkaian kata-kata (sejenis surat cinta tapi gak sepanjang itu), sudah pernah aku upload di feed IG, judulnya To You Who Always Makes Me Wonder (2018). Tulisan itu sebenernya wujud ekspresiku mengagumi dia, tapi ga berani menunjukkan atau ngomong. Inget banget waktu nulis itu rasanya dada tuh kayak mau meledak aja, jadi yasudah dituangkan di media menulis, daripada orangnya kaget dan bingung kan ya. Aku kalo suka sama orang pasti diem-diem bae, tidak punya keberanian sebesar itu untuk bahkan memulai obrolan basa-basi. Mentok cuma berani liatin dia dari jauh. Apakah dia baca surat cinta itu? Bisa kupastikan tidak, karena dia ga follow IGku, dan kalopun dia baca, kayaknya ga bakal sadar juga itu buat dia. Kurang lebih sama dengan #1 ya, pembawaannya yang tenang dan ga banyak bicara itu sih yang awalnya bikin penasaran tapi lah kok terus sempat ada periode galau gitu deh. Untungnya cukup singkat sih periodenya, tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Sekarang gimana kalo ketemu orangnya? Aku akuin masih ada rasa deg-deg ser gitu sih ya, tapi sudah tidak ada rasa suka yang menggebu-gebu kayak 2018 silam. Diri ini sudah bisa berdamai dengan kenyataan bahwa memang sepertinya hanya bisa sebatas dikagumi, tidak untuk dimiliki.
Baiklah, segitu aja cerita soal crushnya, agak bahaya ini kalo cerita lebih banyak lagi (terutama soal yg #2 karena circlenya lumayan dekat) terus yang bersangkutan tau, tamatlah saya.
No comments:
Post a Comment