Hal yang tidak terlupakan itu selalu ada dua macam, dalam konteks positif atau negatif. Nah, aku punya keduanya.
“I’m so proud of you”
Manusia mana sih yang gak bahagia dapet kalimat ini? Buat aku pribadi, kalimat itu jauh lebih menyentuh dibanding pick up lines paling sweet yang pernah ada. Apalagi kalo disampaikan sambil pats on my head (ya tapi ga semua orang juga sih aku kasi akses melakukan ini. Nanti terjadi #YangDiacakAcakRambutYangBerantakanHati kan repot. Fakta bahwa ternyata dengan pencapaian kita, ada orang lain juga yang ikut merayakan. Fakta bahwa kehadiran kita membawa sukacita buat orang lain.
Tapi, yang tidak terlupakan dalam konteks negatif juga ada.
“I don’t even trust you.”
Pada saat itu terdengar menyakitkan, karena aku kira aku dekat dengan orang ini. Dia bisa menjadi safe place, bisa jadi rumah, bisa jadi orang yang aku tunjukkan segala kelemahanku. Ternyata engga samasekali, sejak kalimat itu meluncur dari mulutnya, aku tanpa sadar menjauh dan membangun tembok tinggi. Kurang lebih seminggu lamanya aku mengalami yang namanya kehilangan diri sendiri. Aku bahkan ga tau, yang aku pikirkan dan semua pertimbanganku ini sudah benar kah? Atau ini salah semua?
Plot twist of the day: Dua kalimat yang tidak terlupakan di atas, diucapkan oleh orang yang sama, di waktu yang tidak jauh berbeda.
No comments:
Post a Comment