08 December 2021

Day 3 #30DaysWritingChallenge - What are your top three pet peeves?

Mungkin banyak yang belum familiar dengan istilah pet peeves, berikut penjelasan singkat dari Google:



Atau gampangnya, hal-hal yang tidak disukai dari seseorang. Disini tidak berbicara tentang "siapa", tapi "apa". Waktu nulis ini, aku jadi diingatkan, bahwa wajar jika kita mungkin tidak menemukan kecocokan dengan orang-orang tertentu sehingga tidak memungkinkan untuk bisa get along with them, antara harus "berpisah jalan hidup" in a good term or bad term. Silakan punya preferensi masing-masing mengenai sifat-sifat tertentu yang tidak disukai, tapi menjadi tidak tepat jika membenci dia as a human being, berujung pada kegagalan menilai orang tersebut secara objektif. Semua yang dilakukan dia salah. Udah salah aja pokoknya, even dia mendonasikan seluruh harta bendanya untuk busung lapar di Afrika sekalipun. Waktu SMA dulu pernah denger kakak kelas yang memberikan pertanyaan analogi demikian:

Kalo punya bayi dan dia buang air besar di popoknya, yang dibuang popoknya apa bayinya?

Poinku adalah, jangan sampai kita membenci buta, artinya mata kita melihat dari kacamata kebencian yang lalu merembet kemana-mana. Tidak setuju bukan berarti bisa membenci, apalagi sampai hati melakukan hal-hal yang merugikan pihak lain.

Baiklah, kembali ke topik hari ini, langsung saja ke 3 hal yang membuatku PRIBADI (iya perlu di-emphasize karena bisa jadi, ini bukan hal yang besar buat kalian yang sedang membaca tulisan ini) geleng-geleng kepala dan mengelus dada:

1. Orang yang mencari pembenaran
Aku pribadi bersedia mendengarkan orang lain curhat / sekedar menjadi teman ngobrol (asalkan memang pada saat itu energiku secara psikis sedang prima ya). Tapi aku menemui diriku berhenti mendengarkan lawan bicara ketika dia hanya mau mencari pembenaran atas tindakan yang dia dan aku tau itu salah. Tidak bermaksud sok paling benar, tapi aku merasa aku tidak perlu memberikan diriku seutuhnya in that exact moment walaupun aku akan tetap mendengar dia berbicara. Seperti yang beberapa kalian tau, aku cukup ekstrovert, dapet energi justru dari ngobrol sama orang, namun semakin kesini semakin belajar, tidak semua obrolan memberiku energi, tapi justru sebaliknya malah menguras energi.

2. Orang yang tidak memberikan orang lain kesempatan
Akan terlihat ketika berargumen, orang ini akan terus mencecar tanpa mau mendengarkan. Semua harus mendengarkanku, tapi aku tidak mau mendengarkan orang lain, karena yang bener aku, kalian semua salah. Paling gregetan sendiri kalau melihat customer / klien / tamu yang marah-marah kelojotan sampai mengeluarkan sumpah serapah ke customer service / waiter karena ada kesalahan, tanpa memberikan sedikitpun celah untuk orang lain menjelaskan terlebih dahulu. Tentu, ini tidak berlaku di SETIAP kejadian ya, jika memang kerugian yang ditimbulkan cukup serius, kita punya hak untuk marah. Teringat kembali salah satu kalimat dr Pandji Pragiwaksono dalam salah satu stand up comedynya 

"Fakta bahwa kita di posisi yang benar tidak serta merta membenarkan kita untuk bertindak seenaknya."

Let that sink in for a moment.

3. Orang yang makan bubur tidak diaduk

Ini masih belum masuk di akal jujur aja karena aku #TeamBuburDiaduk sak lawase. That's it. Period.

No comments: