So, I met you again, finally, after several years.
Sebenernya ini bukan pertemuan yang aku nanti-nantikan, it's just turns out menjadi pertemuan sedikit manis, di tengah carut-marutnya pikiranku semingguan ini yang lagi battling with my own thoughts.
Let's go back to 2018, shall we? Berawal dari penasaran doang sama cowok ini. Ga banyak omong, secara fisik tipeku banget. Neat, smart-look, klimis dan yang penting: pake kacamata. He didn't look like his age, cukup kaget awalnya dia "setua" itu. Asli, cuma penasaran lucu-lucuan doang. Tapi...lama-lama kok jadi berharap beneran. To be honest, it was blurry feeling. Aku gatau apakah emang suka atau cuma penasaran. Dia kayak puzzle yang cuma bisa kuliatin tapi gabisa aku selesaikan. Dia kayak lukisan abstrak yang bikin gabisa berpaling padahal aku sendiri gabisa define yang aku lihat ini apa. He was just captive my attention and heart at the same time.
Perasaan dalam diam ini aku letakkan dalam lagu, Gaze - Adhitia Sofyan. Setiap kali denger lagu ini, bahkan setelah 8 tahun berlalu, I still remember that moment ketika aku cuma bisa ngeliatin dia diam-diam. Di tahun yang sama juga, aku mengakhiri perasaan ini sendirian, sadar bahwa ini gak akan kemana-mana. Dia cuma sosok yang aku kagumi dari jauh tanpa bisa aku miliki. Boro-boro memiliki, ngobrol yang bukan tentang hal profesional aja nearly impossible. Aku mengakhiri perasaan itu dengan senyuman, strangely. It was a beautiful feeling.
2020
Sejak COVID, aku tau dia sering yoga secara online via Zoom. Taunya dari IG story dia. Tapi setelah COVID mereda, aku udah jarang liat dia update yoga lagi. Mungkin karena kesibukan dia yang aku tau sendiri secara waktu demanding memang.
Januari 2026.
Aku join yoga di salah satu perkumpulan yang sebelumnya belum pernah aku ikutin. Tempatnya juga baruaku pertama kali datengin. Aku gelar yoga mat dan duduk, awalnya lagu dipasang entah lagu siapa tapi tiba-tiba, si admin pasang lagu Gaze - Adhitia Sofyan. Aku mah sing along aja, karena emang suka lagu-lagunya Adhitia Sofyan. Somehow, masih ada bayangan dia di tengah-tengah aku nyanyi.
And you know what?
He appeared from the front door, right after the song finished. And I was like......... how come?
Baru deh keinget, ah dia beberapa kali latihan disini juga. Aku lihat dari updatean IG story si tempat yoga ini.
It was a beautiful coincidence, no?
He still looks the same from afar (yah, daridulu juga seringnya kan aku ngeliatin dari jauh).
Setelah sesi latihan, aku jujur mau nyapa duluan apa engga. Karena berbagai pertimbangan, kuputuskan menyapa dia duluan yang lagi duduk di kursi tepi taman.
Tau ga yang bikin happy di awal apa? HE. REMEMBERED. MY. NAME.
I mean, lokasiku dan dia ketemu 2018 lalu itu di "tengah banyak orang", jadi dia inget namaku tuh agak wow wow kecil aja. Terus orangnya kan memang agak kikuk gitu, dia mungkin saking bingungnya, keluar pertanyaan "kok kamu tiba-tiba muncul disini?" Yah mon maap bapak, ini kan acara umum ya walaupun segmented somehow, tapi open for public jadi ya saya bisa aja tau-tau muncul. But, anyways. Convo kecil yang berlangsung itu berhasil bikin aku senyam senyum sendiri. Bukan karena aku suka lagi sama dia, but I remembered I had something beautiful in the past. Definisi beautiful yang mungkin ga semua orang paham dan relate. But still, I cherised every memories of him in my mind.
No comments:
Post a Comment