Awal lihat sudah tahu ini anime pasti komedi (karena banyak di post di 9gag) namun ternyata saya dapat banyak dari anime ini. Bagi yang sudah lihat mungkin bisa lebih paham sama apa yang akan saya sampaikan ini, tapi bagi yang belum, coba deh nonton semua episodenya, hitung-hitung hiburan sehat tidak keluar uang. Saya bahkan sedang menonton ulang ketika saya menulis ini dan saya ingin membagikan hal positif apa yang saya dapat dari anime cengengesan macam One Punch Man sekalipun.
Saya coba jabarkan sedikit sinopsisnya ya. Saitama adalah superhero dengan kekuatan 1 kali tinju saja lawan sekuat apapun pasti mati. Namun di kota tersebut tidak ada yang pernah kenal siapa itu Saitama, walaupun sudah berulang kali dia menyelamatkan kota dari monster / makhluk aneh. Kendati demikian, Saitama tidak berhenti menyelamatkan kota.
Nah, berikut 4 poin besar yang saya ingin bagikan:
1. Saitama diceritakan pada awalnya cuma pemuda biasa tanpa kekuatan super anugerah dari Zeus atau jatuh dari planet Krypton ke Bumi. Tapi ternyata berkat latihan tekun, dia bisa jadi superhero terkuat. Diceritakan bahwa latihan yang dia jalani sebenarnya tidak masuk akal (seperti tidur tidak menggunakan pendingin ruangan saat musim panas? Tidak ada hubungannya sebenarnya tapi yasudahlah) namun yang ditekankan adalah kedisplinan. Ketika kita disiplin mengerjakan sesuatu, sebenarnya tanpa kita sadari itu melatih diri lebih baik dan ketika diri berhasil menjadi lebih baik, maka yang dihasilkan tentunya juga baik. Itikad baik saja tidak cukup bila tidak membekali diri dengan melatih kebiasaan-kebiasaan baik.
Selangkah lebih dekat menjadi yang terkuat! *pingsan di push-up ke 73*
3. Setelah berteman dengan Genos (cyborg yang merupakan salah satu superhero juga di kota tersebut), Saitama diajak untuk mengikuti audisi superhero mengingat di kota tersebut intensitas kedatangan makhluk aneh makin bertambah dan ternyata Saitama sendiri baru tahu sebegitu tidak dikenalnya dia di kotanya sendiri. Para superhero ini akan terbagi dalam 4 kelas. S, A, B dan C. Kelas S adalah yang paling kuat, berisi superhero yang tidak akan menangani kasus remeh temeh. Saitama mengikuti berbagai macam tes fisik dan semua dia lewati dengan gampang, bahkan kandidat lain sampai geleng-geleng. Tapi ternyata, Saitama yang segitu powerfulnya masuk di kelas C. Genos sebagai teman sekaligus murid Saitama tidak terima, karena Genos sendiri masuk kelas S. Namun bagaimana tanggapan Saitama? Dia santai saja rupanya. Kelas yang ada tidak membuat dia kecil hati lalu berhenti menyelamatkan kota. Pride sebagai guru di depan Genos seharusnya dia pertaruhkan, namun tidak. Seringkali kita bingung terhadap label yang disematkan orang lain. Iya kalau dilabeli bagus, kalau jelek? Kalau tidak membangun? Label seringkali memenjarakan potensi diri and it’s a terrible thing. Jadi susah untuk explore diri sendiri karena tanggapan orang lain. Biarlah label tidak menentukan siapa kita, namun bagaimana cara memandang diri sendirilah yang paling penting.
4. Setiap kali Saitama berhadapan dengan musuh, mereka selalu bragging terlebih dahulu betapa kuatnya mereka, betapa hebat dan tidak terkalahkannya mereka. Namun Saitama samasekali tidak pernah membalas dengan bragging juga, malah di episode 3 di tengah-tengah saat melawan musuh yang sulit, dia malah mengkhawatirkan jam karena jam 10 malam adalah batas akhir adanya diskon besar-besaran daging di supermarket. Sangat tidak penting memang namun bagi saya ini lucu sekaligus memberi arti bahwa memang fokus utama Saitama bukan kekuatannya sendiri. Cukup berfokus pada tujuan utama yaitu mengeliminasi orang-orang jahat.
Terlepas dari 4 poin di atas, kepribadian Saitama bagi saya menarik karena kekonyolan dan kesantaiannya dalam menghadapi masalah sebesar apapun. That is the rightest way to face our giants in life!



No comments:
Post a Comment