Saya salah satu dari sekian banyak orang yang takjub dengan perkembangan teknologi, dimana segala sesuatunya menjadi lebih mudah dan hanya sejauh satu pencet saja di layar smartphone. Tidak hanya itu, teknologi juga membuka lapangan kerja yang luas, salah satunya adalah ojek online. Tingkat kemalasan serta tidak mau repotnya manusia milenial rupanya cukup bisa dibaca oleh developer ojek online ini sehingga jadilah peluang bisnis super menguntungkan. Seiring berjalannya waktu, ojek online makin diminati dari berbagai kalangan dan hal itu otomatis membuat demands semakin besar yang tentunya juga dibarengi dengan berbagai macam kejadian.
Sejak awal adanya aplikasi Gojek, saya sudah lumayan sering menggunakan jasa Go-Foodnya (ya apalagi kalau bukan karena saya suka makan). Sejauh itu saya merasa tidak punya pengalaman yang buruk dengan driver. Makanan sampai tepat waktu, driver ramah saat ditelepon / sms, dan sebagainya. Suatu ketika saya memakai jasa Go-Food, saat saya menanyakan dimana posisi saat ini (karena saat itu aplikasi sedang error), si driver menjawab dengan membentak saya. Saya emosi dan ketika halaman memberikan rating pada driver muncul, saya berikan dia bintang 2 dengan omelan di kolom komennya.
Sebelum saya bercerita lebih lanjut, saya ingin kalian mengerti terlebih dahulu persoalan rating ini. Panduan komplitnya bisa dilihat disini. Mari kita berhitung agar lebih paham. Rating adalah faktor yang paling penting, ditentukan dari rata-rata 25 pesanan terakhir. Tidak semua customer mau memberikan bintang 5, anggaplah ada orang emosian macam cerita saya di atas tadi, tidak usah banyak-banyak, dari 25 orang ada 3 orang yang sensitif dan kurang piknik
2 (rating) x 3 (orang) = 6
4 (rating) x 11 (orang) = 44
5 (rating) x 11 (orang) = 55
6 + 44 + 55 = 105
maka rating driver adalah 105 : 25 = 4,2
Kita stop sampai disitu dulu. Ada istilah performa yang dihitung dari berapa banyak order yang diterima dan berapa banyak order yang benar-benar tuntas diselesaikan. Saya kurang paham bagaimana perhitungannya, namun saat driver sendiri yang meminta cancel atau driver sengaja mengabaikan 2 orderan yang masuk, hal itu akan menurunkan performa dan jika berlanjut terus, mereka akan mendapatkan suspend sehingga selama 30 menit tidak bisa "narik". Sanksi ini bagi saya cukup fair karena itu memang penuh keputusan penuh dari sang driver. Berbeda kasus dengan rating, seperti yang dikatakan di panduan, rating minimal adalah 4,3. Lalu mungkin kita bertanya, apa konsekuensi yang harus diterima ketika tidak mencapai minimal? This is the harsh truth, mereka akan diputus mitra kerja atau bisa dibilang dipecat.
Ya, saya ulangi.
Dipecat.
Ketika saya tahu hal itu, saya sangat menyesal memberikan driver tersebut bintang 2, karena ya bisa saja karena saya (dan mungkin segelintir orang di hari yang sama), dia kehilangan mata pencahariannya. Mungkin hari itu bukan hari yang baik buat dia, makannya uring-uringan dan (terkesan) membentak ketika berbicara. Tahu tidak, driver Gojek (terutama Go-Food) adalah pekerjaan yang menguras emosi dan tenaga. Mengantre di restoran / tempat makan yang sangat ramai apalagi jam makan siang / peak hour yang mungkin bisa menghabiskan waktu satu jam sendiri, padahal di waktu yang sama dia bisa menerima orderan lain, menalangi terlebih dahulu dengan uangnya sendiri, belum lagi kalau kurang harus ke ATM dan lagi-lagi memakan waktu, tidak jarang ngebut mempertaruhkan nyawa agar customer tidak menunggu terlalu lama. Semua rangkaian itu hanya untuk 1 customer, dengan harapan bisa mendapatkan bintang 5. Lalu hanya karena keseleo lidah tanpa disengaja, semua rangkaian itu sia-sia karena ke depannya tidak akan lagi orderan.
Kini kita semua tahu, teknologi juga membuat kita menentukan nasib seseorang juga. Teknologi membuat semua serba instan sekaligus cepat dan tidak dapat ditarik lagi. Kelebihan pencet angka nol saat mau transfer melalui mobile banking, hilang sudah. Salah pencet nomor handphone saat mau mengisi pulsa, nyasar sudah pulsa ke nomor entah milik siapa. Sama halnya dengan rating, emosi sesaat, pencet bintang 2, 1 orang sukses dibuat jobless. Tenaga yang dikeluarkan untuk bintang 2 dan bintang 5 sama, jadi yuk sama-sama belajar menghargai pekerjaan orang lain apalagi jika orang itu membantu kita. Ini tidak berlaku ya jika memang driver kurangajar seperti melakukan pelecehan seksual, membawa kabur orderan, mengambil orderan lalu cancel tanpa diberi tahu.
No comments:
Post a Comment