Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. -Filipi 4:8 (TB)
Ada kata "pikirkanlah", berarti hal-hal yang sudah disebutkan di ayat tersebut akan ada dalam pikiran ketika kita memutuskan untuk memikirkannya, bukan yang secara ajaib datang dengan sendirinya. Artinya, kita perlu memutuskan lalu mengusahakan pikiran tersebut. Aku langsung kayak "Iya juga ya, semua balik lagi ke aku" Okaylah, mungkin di waktu-waktu tertentu can't help untuk khawatir, manusiawi, tapi yang paling penting adalah respon kita setelah pikiran itu datang, apakah akan berlarut-larut di dalamnya sambil mengasihani diri sendiri? Atau mau tangkal pemikiran itu semua dengan Firman? Iya, perlu pake Firman karena ga mungkin banget kita lawan pemikiran itu sendiri, aku sudah coba bertahun-tahun hahahaha. Efeknya hanya sementara, sooner or later, pemikiran itu pasti datang lagi dan kalau dicoba counter dengan pemikiran sendiri, sudah pasti mental. Ini tidak hanya berlaku bagi pemikiran seputar kekhawatiran ya, tapi juga semua pemikiran negatif.
Apakah ketika kita gagal counter hal-hal tersebut dengan Firman, berarti kita gagal juga sebagai manusia? No, don't be too hard on yourself. Give yourself time. Kata "gagal" menurutku keras banget, secara tidak langsung menuntut diri sendiri untuk perfect setiap saat. Padahal, Tuhan ga pernah tuntut segitunya. Dia hanya melihat sikap hati, selama kita berkeinginan untuk terus jadi versi lebih baik di dalam Dia, it's enough for Him.
No comments:
Post a Comment